BREAKING

cara pengobatan rematik



Obat Tradisional Asam Urat Dan Rematik, Cara Sehat Alami

obat-tradisional-asam-urat-dan-rematik
Obat tradisional asam urat dan rematik saat ini memang sedang banyak dicari, pasalnya penderita asam urat dan juga rematik semakin banyak. Apakah Anda juga merupakan penderita penyakit-penyakit ini, jika iya maka Anda tidak boleh menganggap remeh penyakit ini.
Anda harus segera mencari jalan yang tepat bagaimana agar penyakit ini dapat terobati. Tidak menutup kemungkinan, penyakit ini akan dapat membahayakan hidup Anda jika dibiarkan begitu saja. Pemilihan obat tradisional memang tepat, lebih aman dibandingkan obat berbahan kimia.

Obat Tradisional Asam Urat dan Rematik

Walaupun asam urat dan rematik bukanlah penyakit yang sama, beberapa obat tradisional berikut dapat digunakan untuk mengatasi keduanya. Pada dasarnya, asam urat dan rematik memang bukanlah penyakit yang sama.
Asam urat adalah penyakit yang juga merupakan rematik, tetapi jika rematik maka belum tentu termasuk asam urat. Jadi asam urat adalah jenis dari rematik, berikut adalah beberapa obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi rematik. Bagi Anda yang memiliki asam urat ataupun rematik maka simak dengan baik sedikit ulasan berikut.
1. Jahe
Jahe memang memiliki banyak manfaat, obat herbal ini sangat baik untuk menjaga kesehatan. Jika digunakan sebagai obat tradisional rematik dan asam urat, maka caranya yaitu dengan menyiapkan jahe sebanyak 2 ibu jari. Jahe tersebut kemudian dipotong-potong dan juga sedikit diremukkan.
Rebus jahe yang sudah diremukkan tersebut dengan menggunakan air 1 gelas dan juga sedikit gula dan jika ada tambahkan sedikit madu murni. Jika sudah matang, maka air tersebut dapat diminum dan ramuan ini dapat diminum setiap hari secara teratur agar hasil yang diberikan maksimal.
2. Cengkeh
Untuk mengatasi rematik dan juga asam urat, cengkeh juga dapat digunakan sebagai obat tradisional. Caranya cukup mudah yaitu dengan menumbuk cengkeh yang juga dicampur dengan jahe, takarannya 1 sama. Ramuan ini hanya digunakan untuk bagian luarnya saja, di bagian yang terasa sakit. Oleskanlah ramuan ini secara rutin agar hasilnya maksimal.
3. Akar pepaya gantung
Obat ini memang lebih dikhususkan untuk penyakit rematik, caranya yaitu dengan menyediakan 5 potong akar pepaya. Kemudian cuci hingga bersih, untuk ukurannya yaitu sekitar jari. Setelah itu, potong kecil-kecil dan tambahkan 3 sendok makan lengkuas yang sudah dihaluskan.
Rebus bahan-bahan tersebut dengan menggunakan 4 gelas air, rebus hingga yang tersisa yaitu sekitar 3 gelas. Tambahkan pula gula aren, sedikit saja. Ramuan ini dapat diminum sehari 3 kali dan dalam sekali minum yaitu sekitar setengah gelas.
4. Kulit manggis
Kulit manggis, diiris tipis dan dijemur hingga kering. Setelah itu, masukkan kedalam gelas dan seduh dengan menggunakan air panas. Tunggu sampai air berubah warna, kemudian minum air tersebut setiap hari.
5. Kumis Kucing dan Meniran
Obat tradisonal yang terakhir adalah kumis kucing dan meniran. Kedua tumbuhan tersebut memiliki kandungan yang sangat bermanfaat untuk mengobati penyakit asam urat. Diantaranya adalah kalium, damar, tanin, filatin, hipofilatin dan flavonoid. Bukan hanya itu saja, ternyata kumis kucing juga memiliki kandungan senyawa osthosiphonin glikosida yang bermanfaat untuk membuang kelebihan asam urat dalam tubuh. Adapun cara untuk memanfaatkannya adalah cukup dengan menyiapkan 5 lembar daun kumis kucing dan 5 ranting kecil meniran. Setelah itu rebus dengan menggunakan 3 gelas air hingga air tersisa setengahnya. Lalu Anda dapat meminum ramuan tersebut 2 kali sehari.

Itulah sedikit ulasan yang dapat disampaikan mengenai cara mengatasi asam urat dan rematik menggunakan cara tradisional. Semoga ulasan obat tradisional asam urat dan rematik dapat bermanfaat untuk Anda semua.

cara pengobatan kanker

Daftar Tanaman Obat Alami untuk Kanker

cara pengobatan kanker




Berikut ini beberapa daftar tanaman obat alami untuk kanker.


1. Daun Sirsak
Daun sirsak mampu memperlambat dan membunuh sel kanker, hal karena kandungan acetogeninns yang dapat membunuh sel-sel kanker dan tanpa menggangu sel-sel tubuh lainnya yang sehat. Daun sirsak bekerja secara alami, aman dan efektif, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang sering terjadi menggunakan terapi kemoterapi.

2. Keladi Tikus
Di Indonesia sudah banyak penelitian dilakukan atas tanaman ini. Dr. Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka IPB menemukan bahwa ekstrak Keladi Tikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin (enzim yang diduga sebagai promotor perkembangan kanker). Tak kalah menarik adalah hasil penelitian dari Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang membuktikan ektrak daun Keladi Tikus memotong rantai DNA sel kanker sehingga menggagalkan sel kanker berkembang.

3. Sarang Semut
Kandungan flavonoid dalam Sarang Semut berfungsi melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.Beberapa jenis kanker yang dapat disembuhkan dengan sarang semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.

cara pengobatan diabetes

3 macam herbal untuk Diabetes

Sejak jaman dahulu, diabetes telah diobati dengan obat-obatan alami dari tanaman. Penyelidikan ilmiah baru-baru ini telah mengkonfirmasi kemanjuran banyak tanaman dalam mengelola kadar gula darah penderita diabetes. Berikut adalah tiga di antaranya:

Brotowali (Tinaspora Crispa)

Tanaman brotowali mengandung senyawa aktif tinokrisposid berkhasiat mempercepat keluarnya glukosa melalui peningkatan metabolisme atau disimpan secara langsung sebagai lemak. Penelitian dari RS King Chulalangkorn di Thailand terhadap 36 pasien yang diberi ekstrak brotowali menunjukkan penurunan gula darah yang signifikan. Bagian yang paling sering digunakan dari brotowali adalah batang dan akarnya yang secara tradisional direbus untuk diminum. Uji klinis menunjukkan brotowali tidak beracun sehingga aman dikonsumsi.

Pare/Paria (Momordica charantia)

Pare atau paria adalah sayuran tropis dibudidayakan secara luas di Asia, Afrika dan Amerika Selatan, dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat diabetes. Pare mengandung steroid saponin yang dikenal sebagai charantin, peptida yang menyerupai insulin. Senyawa aktif ini meningkatkan regenerasi sel-sel, merangsang sekresi insulin di pankreas, dan merangsang penyimpanan glikogen di liver yang secara keseluruhan berdampak menurunkan gula darah pada pasien diabetes tipe 2.
Cara tradisional mengkonsumsi pare sebagai jamu adalah dengan memerasnya sebagai jus. Seperti brotowali, rasanya pahit sekali. Berhati-hati jangan terlalu banyak mengkonsumsi pare, karena dapat menyebabkan sakit perut dan diare. Minum dalam porsi sedikit, misalnya setengah gelas, namun teratur lebih baik bagi kesehatan. Selain itu, penderita diabetes yang mengkonsumsi obat hipoglikemik (seperti klorpropamid, glyburide, atau phenformin) atau insulin juga harus berhati-hati mengkonsumsi pare, karena dapat memperkuat efektivitas obat sehingga menyebabkan hipoglikemia berat.

Gymnema Sylvestre

Gymnema adalah tanaman merambat seperti sirih yang tumbuh di hutan tropis. Daunnya bulat telur (elips) dan bunganya berwarna kuning kecil berbentuk seperti lonceng. Bahan aktif tanaman ini, asam gymnemic, diekstrak dari daun dan akar, dan membantu menurunkan dan menyeimbangkan tingkat gula darah. Bentuk unik molekul asam gymnemic mirip dengan glukosa sehingga memungkinkannya mengisi reseptor sel pada lapisan usus untuk mencegah penyerapan molekul gula.
Ekstrak tanaman ini dapat menjadi pengganti yang sangat baik untuk obat penurun gula darah karena membantu pankreas memproduksi insulin pada diabetes tipe 2 (di mana tubuh penderita memproduksi terlalu sedikit insulin atau tidak mampu menggunakan insulin secara efisien). Gymnema juga meningkatkan kemampuan mengendalikan kadar gula darah pada diabetes tipe 1 dengan cara memperbaiki sel beta pankreas dan merangsang pembentukan insulin.
 
Copyright © 2013 Terapi pengobatan Herbal alami
Design by FBTemplates | BTT